Senin, 26 September 2016

Mendidik adalah tanggung jawab kita bersama!

Sesuai dengan UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pernyataan tesebut semakin menegaskan bahwa pendidikan wajib diselenggarakan oleh pemerintah untuk memenuhi hak setiap warga negara. Akan tetapi potret pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata sempurna. Distribusi pendidikan paling banyak berada di daerah yang dekat dengan pusat pemerintahan. Masih banyak daerah terpencil yang sampai saat ini belum tersentuh oleh pendidikan.
Selain permasalahan distribusi pendidikan di Indonesia, setiap orang memiliki tingkat kesadaran yang berbeda. Terkadang motivasi yang kurang dari peserta didik juga turut andil dalam penurunan kualitas pendidikan di Indonesia. Ditambah dengan sistem pembelajaran yang kaku dan banyak tuntutan hanya dapat menciptakan robot-robot di era digital. Dengan demikian perlu diciptakan berbagai inovasi untuk mengatasi permasalahan di bidang pendidikan.
Sampai saat ini penyelenggara pendidikan sedang berupaya untuk menggairahkan kembali pesona pendidikan di Indonesia. Berbagai manuver diciptakan untuk mengatasi carut marutnya masalah pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan cara mengirimkan insan-insan berprestasi untuk berbagi ilmu di seluruh pelosok negeri. Tidak hanya berprestasi namun juga memiliki loyalitas dan semangat juang yang tinggi untuk membangun peradaban keilmuan di Indonesia. Setidaknya kehadiran mereka mampu memberikan kesempatan bagi warga yang haus akan ilmu pengetahuan.
Mimpi dan harapan senantiasa digantungkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sesuai dengan visi pembangunan IPTEK 2025 bahwa iptek adalah kekuatan utama untuk meningkatkan keberlanjutan dan peradaban bangsa. Ilmu pengetahuan sangat penting diperoleh oleh masing-masing warga negara demi mewujudkan negara yang bijaksana, adil, dan beradab. Munculnya sebuah peradaban diawali dengan adanya ilmu pengetahuan, selain itu tingkat kebijaksanaan seseorangpun juga dapat dinilai dari ilmu yang diperolehnya. Besar harapan saya supaya setiap warga negara Indonesia dapat memperoleh haknya atas pendidikan. Selain itu aksesibilitas serta pemerataan pendidikan dapat diperoleh dengan mudah oleh setiap warga negara.

Seperti kutipan dari Anies Baswedan bahwa “Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah dosa setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.” Oleh karena itu tebarkanlah ilmu pengetahuan yang anda miliki untuk mengurangi kutukan-kutukan sebagai orang terdidik.

REBORN


Ngga terasa yah ternyata terakhir update postingan di blog ini bulan Desember tahun 2015. WOW!! itu sudah sangat terlalu lama. Mungkin kalo itu makanan udah basi dan berjamur. Makanya judul postingan kali ini aku kasih nama "Reborn". Pada awalnya pengen bikin blog lagi dengan tampilan dan warna yang berbeda. Tapi dirasa terlalu rumit dan sedih rasanya kalo harus membangun dari awal lagi hehe.

Mungkin postingan-postingan selanjutnya bakalan diisi dengan cerita-cerita lawas sambil menggali-gali memori di otak karena ngga kepikiran buat nulis ketika momen-momen menarik dalam hidup ini terjadi. Harapannya blog ini menjadi salah satu media buat aku belajar menulis dan berbagi dengan kawan-kawan netter. Selain itu juga bisa digunakan sebagai media pengingat-ingat yang tak akan tertelan oleh waktu #tsaaah.

Sempet kepikiran nge-reborn blog karena kemarin waktu ketemu sahabat baik doi sempet nyentil "kamu ngga pengen berbagi lewat tulisan? tulis aja walaupun cuman dikit, minimal update kegiatan-kegiatan kamu sebagai pengingat." Sejenak berpikir dan akhirnya memahaminya, bener juga nih. Walaupun sebagai konsumsi pribadi paling ngga blog ini bisa bermanfaat sebagai pengingat dalam diri ini (apasih) haha
Selamat menikmati :)