Minggu, 26 Desember 2010

Sawah oh Sawah

Zaman dahulu udara di sekeliling kita masih segar. Bebas dari polusi udara. Kalau zaman sekarang mah, asap-asap kendaraan ada dimana-mana. Tapi sebenarnya nggak hanya asap kendaraan saja. Banyak sekali yang menyebabkan polusi udara. Misalnya hasil pembakaran industri. Yah pokoknya hasil-hasil pembakaran itu yang mengeluarkan gas Karbon dioksida. Ditambah lagi budaya masyarakat yang semakin menginginkan kepraktisan dalam kehidupan. Semuanya serba praktis, secara praktis juga sampah dibuang di sembarang  tempat. Walaupun dimana-mana ada tulisan "dilarang membuang sampah sembarangan" tapi kalau dalam diri kita nggak ada keinginan untuk membuang sampah pada tempatnya tetap saja sampah berserakan di semua tempat. Memang setiap perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil, dan mulai saat ini. (waduu..jangan-jangn aku cuman pinter ngomongnya doang nih. hehehe..)Yah saya sendiri juga sedang mencoba memperbaiki diri. Semangat!!
Oh iya, liburan kemarin aku sama kakakku dikasih tugas buat foto-fotoin sawah didekatnya rumah. Segeer banget, udaranya juga..Huumphh..MasyaAllah..
Dan ini hasilnyaa..

Ijo royo-royo..segerrr!
 nih sungai kecil..kricik..kricik..


 segerr

 kalau yang ini sungai yang agak besar


 Dengan sekuat tenaga aku menggayuh sepeda ini..(gaya pahlawan bertopeng)


 sumber penghidupan sebagian besar masyarakat nih





 eh, ada pelangi


 jalan yang lurus..


 pak tani dan bu tani Semangat (sambil pegang pom-pom)



 Sepetak sawah sangat berharga teman!


ada yang mau nyebur??


Nah itu tadi foto-foto yang udah aku ambil. Segerr...
:))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar